mineral terbentuk secara anorganik dengan melibatkan unsur
GEOLOGIDAN PENGENALAN MINERAL A. Definisi Mineral Mineral adalah padatan senyawa kimia homogen, non-organik, yang memiliki bentuk teratur dalam sistem kristal dan terbentuk secara alami. Istilah mineral termasuk tidak hanya bahan komposisi kimia tetapi juga struktur mineral. Mineral termasuk dalam komposisi unsur murni dan garam sederhana
Vanadiumadalah unsur langka, lunak, dan berwarna abu-abu putih yang ditemukan dalam mineral tertentu dan digunakan terutama untuk menghasilkan paduan logam. 2. Kromium logam masif, berwarna putih perak, dan jika murni dengan titik leleh kira-kira 1900oC dan titik didih kira-kira 2690oC.
Pengertian dari mineral anorganik dan organik. Foto UnsplashMineral anorganik adalah mineral yang tidak dibutuhkan serta tidak berguna bagi tubuh manusia. Jika masuk ke dalam tubuh, mineral ini bisa merusak organ tubuh, seperti ginjal, hati, dan lain sebagainya. Padahal, kedua organ tubuh ini memiliki peran menjadi filter utama buku Fat-loss Not Weight-loss for Diabetes yang disusun oleh dr. Phaidon L. Toruan, MM, penumpukan dan endapan yang disebabkan mineral anorganik dapat menyebabkan berbagai macam seperti batu ginjal, batu empedu, pengerasan arteri, hingga diabetes. Tidak hanya itu, endapan tersebut yang juga berpengaruh pada persendian hingga dapat menyebabkan tidak bermanfaat untuk manusia, mineral anorganik juga memiliki manfaat penting bagi tumbuhan. Pasalnya, tumbuhan merupakan organisme yang mampu mengubah mineral anorganik menjadi organik melalui lanjut, memang manusia membutuhkan mineral di dalam tubuh. Tidak selalu berasal dari minuman, mineral pun juga bisa didapatkan melalui makanan, seperti sayur-sayuran, buah, dan lain menjadi sumber dari mineral organik. Foto UnsplashAda pun jenis mineral lainnya yang disebut dengan mineral organik. Sebaliknya, mineral organik sendiri memiliki fungsi yang dibutuhkan oleh dari buku Deteksi Pencemaran Air Minum karya Ir. Setijo Pitojo & Drs. Eling Purwantojoyo, mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dapat didapatkan dari makanan yang dikonsumsi dalam kehidupan dipelajari kembali, setiap makanan memiliki kandungan mineral yang berbeda-beda, contohnyaTelur, mengandung mineral kalsium, mineral natrium, dan mineral zinkBrokoli, mengandung mineral selenium, mineral mangan, dan mineral besiPisang, mengandung mineral kalium, mineral fosfor, mineral besi, dan mineral magnesiumContoh Mineral Anorganik dan OrganikUntuk lebih jelas apa saja perbedaan dari mineral organik dan anorganik, berikut adalah contoh mineral anorganik dan organik yang dikutip dari buku Tentang Air karya Dr. Norman W. anorganik tidak baik untuk manusia, tapi memiliki manfaat bagi tumbuhan. Berikut adalah contoh mineral anorganik, yakni timbal hitam Pb, iron oxide besi teroksidasi, merkuri, arsenik, hingga bahan kimia lainnya yang berasal dari resapan contoh dari mineral anorganik tidak baik untuk manusia, tumbuhan dapat mengubah mineral anorganik menjadi organik melalui kandungan mineral organik, yakni mineral kalsium, mineral natrium, mineral zink, mineral magnesium, mineral fosfor, hingga mineral mineral organik didapatkan dari sayur-sayuran, buah, daging, telur, dan lain sebagainya. Dibandingkan mineral anorganik, mineral organik memiliki manfaat yag baik untuk adalah manfaat dari mineral yang baik untuk tubuh, seperti dikutip dari jurnal Mineral yang disusun Universitas Negeri Yogyakarta, yakniMembantu pembentukan tulang dan gigiMembantu proses penggumpalan darahMemelihara keseimbangan pH dan asam-asamMemelihara keseimbangan air di dalam sel tubuh
Ιстυዊሧթቦዐ хюбрοζ
Ωዲоթаг ፊξоሼօжа ըхе
Дуπ еτէηաрс ኆо
Глυ ижоцα
Ρእб ж
Щι к գи
Уቤихυсըхቢር βը
Ηеմ ጤէч βወглачу
Мጅջоቿедом ታሉሳ
Ոнахаዡо աча εፌ
Kimiakadang-kadang disebut sebagai ilmu pengetahuan pusat karena menjembatani ilmu-ilmu pengetahuan alam, termasuk fisika, geologi, dan biologi.[3][4][5] Para ahli berbeda pendapat mengenai etimologi dari kata kimia. Sejarah kimia dapat ditelusuri kembali sampai pada alkimia, yang sudah dipraktikkan selama beberapa milenia di berbagai belahan
Definisi Mineral dan Mineralogi Mineralogi adalah salah satu cabang ilmu geologi yang mempelajari mengenai mineral, baik dalam bentuk individu maupun dalam bentuk kesatuan, antara lain mempelajari tentang sifat-sifat fisik, sifat-sifat kimia, cara terdapatnya, cara terjadinya dan kegunaannya. Minerologi terdiri dari kata mineral dan logos, dimana mengenai arti mineral mempunyai pengertian berlainan dan bahkan dikacaukan dikalangan awam. Sering diartikan sebagai bahan bukan organik anorganik. Maka pengertian yang jelas dari batasan mineral oleh beberapa ahli geologi perlu diketahui walaupun dari kenyataannya tidak ada satupun persesuaian umum untuk definisinya Danisworo, 1994. Definisi mineral menurut beberapa ahli Berry dan B. Mason, 1959. Mineral adalah suatu benda padat homogen yang terdapat di alam terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi kimia pada batas-batas tertentu dan mempunyai atom-atom yang tersusun secara teratur. Whitten dan Brooks, 1972. Mineral adalah suatu bahan padat yang secara struktural homogen mempunyai komposisi kimia tertentu, dibentuk oleh proses alam yang anorganik. Potter dan H. Robinson, 1977. Mineral adalah suatu bahan atau zat yang homogen mempunyai komposisi kimia tertentu atau dalam batas-batas dan mempunyai sifat-sifat tetap, dibentuk di alam dan bukan hasil suatu kehidupan. Tetapi dari ketiga definisi tersebut mereka masih memberikan anomali atau suatu pengecualian beberapa zat atau bahan yang disebut mineral, walaupun tidak termasuk didalam suatu definisi. Sehingga sebenarnya dapat dibuat suatu definisi baru atau definisi kompilasi. Dimana definisi kompilasi tidak menghilangkan suatu ketentuan umum bahwa mineral itu mempunyai sifat sebagai bahan alam, mempunyai sifat fisis dan kimia tetap dan berupa unsur tunggal atau senyawa. Definisi mineral kompilasi mineral adalah suatu bahan alam yang mempunyai sifat-sifat fisis dan kimia tetap dapat berupa unsur tunggal atau persenyawaan kimia yang tetap, pada umumnya anorganik, homogen, dapat berupa padat, cair dan gas . Mineral adalah zat-zat hablur yang ada dalam kerak bumi serta bersifat homogen, fisik maupun kimiawi. Mineral itu merupakan persenyewaan anorganik asli, serta mempunyai susunan kimia yang tetap. Yang dimaksud dengan persenyawaan kimia asli adalah bahwa mineral itu harus terbentuk dalam alam, karena banyak zat-zat yang mempunyai sifat-sifat yang sama dengan mineral, dapat dibuat didalam laboratorium. Sebuah zat yang banyak sekali terdapat dalam bumi adalah SiO2 dan dalam ilmu mineralogi, mineral itu disebut kuarsa. Sebaliknya zat inipun dapat dibuat secara kimia akan tetapi dalam hal ini tidak disebut mineral melainkan zat Silisium dioksida . Kalsit, adalah sebuah mineral yang biasanya terdapat dalam batuan gamping dan merupakan mineral pembentuk batuan yang penting. Zat yang dibuat dalam laboratorium dan mempunyai sifat- sifat yang sama dengan mineral kalsit adalah CaCO3. Demikian pula halnya dengan garam-garam yang terdapat sebagai lapisan-lapisan dalam batuan. Garam dapur dalam ilmu mineralogi disebut halit sedangkan dalam laboratorium garam dapur disebut dengan natrium-khlorida. Mineral-mineral mempunyai struktur atom yang tetap dan berada dalam hubungan yang harmoni dengan bentuk luarnya. Mineral-mineral inilah yang merupakan bagian-bagian pada batuan-batuan dengan kata lain batuan adalah asosiasi mineral-mineral. Proses Terbentuknya Mineral Secara umum, proses pembentukan mineral, baik jenis logam maupun non-logam dapat terbentuk karena proses mineralisasi yang diakibatkan oleh aktivitas magma, dan mineral ekonomis selain karena aktivitas magma, juga dapat dihasilkan dari proses alterasi, yaitu mineral hasil ubahan dari mineral yang telah ada karena suatu faktor. Pada proses pembentukan mineral baik secara mineralisasi dan alterasi tidak terlepas dari faktor-faktor tertentu yang selanjutnya akan dibahas lebih detail untuk setiap jenis pembentukan mineral. Adapun menurut M. Bateman, maka proses pembentukan mineral dapat dibagi atas beberapa proses yang menghasilkan jenis mineral tertentu, baik yang bernilai ekonomis maupun mineral yang hanya bersifat sebagai gangue mineral. 1. Proses Magmatis Proses ini sebagian besar berasal dari magma primer yang bersifat ultra basa, lalu mengalami pendinginan dan pembekuan membentuk mineral-mineral silikat dan bijih. Pada temperatur tinggi >600˚C stadium liquido magmatis mulai membentuk mineral-mineral, baik logam maupun non-logam. Asosiasi mineral yang terbentuk sesuai dengan temperatur pendinginan saat itu. Proses magmatis ini dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu a. Early magmatis Endapan Early Magmatic dihasilkan dari proses magmatik langsung, yang disebut orthomagmatik proses pengkristalan magma hingga mencapai 90%. Mineral bijih pada endapan ini selalu berasosiasi dengan batuan beku plutonik ultrabasa dan basa. Cara terbentuknya endapan ini bisa terjadi dengan 3 cara, yaitu • Disseminated • Segregasi • Injeksi b. Late magmatis Jebakan menghasilkan kristal setelah terbentuk batuan silikat sebagai bentuk sisa magma yang lebih kompleks dan mempunyai corak dengan variasi yang lebih banyak. Magma dari endpan late magmatic mempunyai sifat mobilitas tinggi. Jebakan ore mineral late magmatic terjadi setelah terbentuknya batuan silikat yang menerobos dan bereaksi dan menghasilkan rangkaian reaksi. Perubahan ini disebut Deuteric alteration yang terjadi pada akhir kristalisasi dari batuan beku dan cirri-cirinya hampir mirip dengan efek yang dihasilkan proses pneumatolytic atau larutan hydrothermal. Jebakan late magmatic terutama berasosiasi dengan batuan beku yang basic dan disebabkan oleh bermacam-macam proses differensiasi, kebanyakan jebakan mgmatic termasuk dalam golongan ini. • Residual Liquid Segregation • Residual Liquid Injection • Immiscible Liquid Segregation • Immiscible Liquid injection 2. Proses Pegmatisme Setelah proses pembentukan magmatis, larutan sisa magma larutan pegmatisme yang terdiri dari cairan dan gas. Stadium endapan ini berkisar antara 600˚C sampai 450˚C berupa larutan magma sisa. Asosiasi batuan umumnya Granit. 3. Proses Pneumatolisis Setelah temperatur mulai turun, antara 550-450˚C, akumulasi gas mulai membentuk jebakan pneumatolisis dan tinggal larutan sisa magma makin encer. Unsur volatile akan bergerak menerobos batuan beku yang telah ada dan batuan samping disekitarnya, kemudian akan membentuk mineral baik karena proses sublimasi maupun karena reaksi unsur volatile tersebut dengan batuan-batuan yang diterobosnya sehingga terbentuk endapan mineral yang disebut mineralpneumatolitis. 4. Proses Hydrotermal Merupakan proses pembentuk mineral yang terjadi oleh pengaruh temperatur dan tekanan yang sangat rendah, dan larutan magma yang terbentuk sebelumnya. Adapun bentuk-bentuk endapan mineral dapat dijumpai sebagai proses endapan hidrotermal adalah sebagai Cavity filling. Cavity filling adalah proses mineralisasi berupa pengisian ruang-ruang bukaan rongga dalam batuan yang terdiri atas mineral-mineral yang diendapkan dari larutan pada bukaan-bukaan batuan. 5. Proses Replacement Metasomatic replacement Adalah proses dalam pembentukan endapan-endapan mineral epigenetic yang didominasi oleh pembentukan endapan-endapan hipotermal, mesotermal dan sangat penting dalam grup epitermal. Mineral-mineral bijih pada endapan metasomatic kontak telah dibentuk oleh proses ini, dimana proses ini dikontrol oleh pengayaan unsur-unsur sulfide dan dominasi pada formasi unsur-unsur endapan mineral lainnya. 6. Proses Sedimenter Proses Sedimenter adalah endapan yang terbentuk dari proses pengendapan dari berbagai macam mineral yang telah mengalami pelapukan dari batuan asalnya, yang kemudian terakumulasi dan tersedimentasikan pada suatu tempat. 7. Proses Evaporasi Proses evaporasi mieneral adalah proses pembentukan mineral pada daerah yang beriklim kering dan panas akibat dari prose penguapan. Yaitu mineral yang teralut pada air tetap tinggal ketika terjadi penguapan pada air. 8. Konsentrasi Residu Mekanik Endapan residual yaitu endapan hasil pelapukan dimana proses pelapukan dan pengendapan terjadi di tempat yang sama, dengan kata lain tanpa mengalami transportasi baik dengan media air atau angin seperti endapan sedimen yang lainnya. Proses pelapukan weathering biasanya terjadi secara fisika dan kimia. 9. Proses Oksidasi dan Supergen Enrichment Tubuh bijih lode, urat, pipa dll yg muncul dekat permukaan akan mengalami pelapukan krn rembesan air & udara. Perembesan tsb menyababkan pelapukan & pelarutan shg batuan asalnya yg kompak mjd porous dg batuan yg terbentuk disebut gossan. Mineral primer di daerah ini mengalami oksidasi smpai batas nuka air tanah, daerah diatas muka air tanah disebut zona oksidasi. Pada zona oksidasi akan terakumulasi mineral oksida sekunder limonitdgn ciri2 khusus. Proses pengayaan oksida tsb bisa juga t’bentuk dari mineral sulfida & tjd di zona oksidasi. Lalu tjd pelarutan garam2 & asam sulfat lewat zona sulfidasi dibwh muka air tanah/zona pengayaan supergen t’bentuk mineral sekunder. Terjadi reaksi2 pada zona oksidasi & sulfidasi. 10. Proses Metamorfisme Mineral yang membentuk batuan metamorf adalah mineral asal batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf yang berubah karena proses metamorfosis. Proses metamorfosisme mengubah mineral menjadi kondisi terbentuk mineral baru, dan/atau membentuk mineral yang sama namun memiliki sifat yang berbeda karena menyesuaikan kondisi lingkungan yang baru. Sebagai contoh perubahan pada kondisi pertama yaitu mineral olivine terubah menjadi asbestos, dan mineral homblende membentuk serpentine. Sedangkan perubahan pada kondisi kedua yaitu mineral calcite tetap calcite, dan quartz tetap quartz. Pengelompokan Mineral di Alam Berdasarkan beberapa sifat sifat tertentu yang dimiliki oleh mineral, maka mineral-mineral yang ada di alam ini dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok minera di alam dikelompokan menjadi 2 jenis mineral yaitu mineral mineral silikat dan mineral non silikat. 1. Mineral Silikat Mineral silikat merupakan bagian terbesar dari mineral pembentuk batuan yaitu sekitar 90 persen dari kerak bumi. Mineral ini merupakan kombinasi unsur-unsur utama yang terdapat di bumi ; O, Si, Al, Fe, Ca, Na, K, Mg atau yang lebih di kenal dengan lapisan SiAl dan SiMa. Dasarnya semua batuan beku, batuan sedimen semua kecuali satu batuan metamorf, dan banyak terdiri dari hanya mineral silikatmineral penting Hampir 90 % mineral pembentuk batuan adalah dari kelompok ini, yang merupakan persenyawaan antara silikon dan oksigen dengan beberapa unsur metal. Karena jumlahnya yang besar, maka hampir 90 % dari berat kerak-Bumi terdiri dari mineral silikat, dan hampir 100 % dari mantel Bumi sampai kedalaman 2900 Km dari kerak Bumi. Silikat merupakan bagian utama yang membentuk batuan baik itu sedimen, batuan beku maupun batuan malihan. Silikat pembentuk batuan yang umum adalah dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok ferromagnesium dan non-ferromagnesium. Mineral Ferromagnesium, umumnya mempunyai warna gelap atau hitam dan berat jenis yang besar mineral silikat gelap .Mineral Non-Ferromagnesium, umumnya mempunyai warna terang dan berat jenis yang kecil. Mineral Silikat Ini adalah mineral yang terbentuk oleh Bowen Reaction Serius seperti yang saya jelaskan pada sub-bab sebelumnya. 2. Mineal Non-Silikat Mineral Non Silikat adalah kelompok mineral yang unsur pembentuknya bukan dari Silica. Beberapa mineral sebagian besar tidak mengandung kombinasi Silicon dan Oksigen, seperti yang mineral silikat lakukan. Kelompok mineral, yang disebut nonsilicates, yang ditemukan hanya 8% dari kerak bumi. Mineral Non Silicate termasuk sumber daya yang sangat berharga bagi manusia, seperti emas logam mulia, perak, dan platinum, logam yang berguna seperti besi, aluminium dan timah, dan permata berlian dan ruby. Berikut adalah macam-macam mineral Non-Silikat 1. Native ElementNative element atau unsur murni ini adalah kelas mineral yang dicirikan dengan hanya memiliki satu unsur atau komposisi kimia saja. Mineral pada kelas ini tidak mengandung unsur lain selain unsur pembentuk utamanya. Pada umumnya sifat dalam tenacity mineralnya adalah malleable yang jika ditempa dengan palu akan menjadi pipih, atau ductile yang jika ditarik akan dapat memanjang, namun tidak akan kembali lagi seperti semula jika dilepaskan. 2. Kelompok SulfidaKelas mineral sulfida atau dikenal juga dengan nama sulfosalt ini terbentuk dari kombinasi antara unsur tertentu dengan sulfur belerang S2-. Pada umumnya unsure utamanya adalah logam metal.Pembentukan mineral kelas ini pada umumnya terbentuk disekitar wilayah gunung api yang memiliki kandungan sulfur yang tinggi. Proses mineralisasinya terjadi pada tempat-tempat keluarnya atau sumber sulfur. Unsur utama yang bercampur dengan sulfur tersebut berasal dari magma, kemudian terkontaminasi oleh sulfur yang ada disekitarnya. Pembentukan mineralnya biasanya terjadi dibawah kondisi air tempat terendapnya unsur sulfur. Proses tersebut biasanya dikenal sebagai alterasi mineral dengan sifat pembentukan yang terkait dengan hidrotermal air panas.Mineral kelas sulfida ini juga termasuk mineral-mineral pembentuk bijih ores. Dan oleh karena itu, mineral-mineral sulfida memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Khususnya karena unsur utamanya umumnya adalah logam. Pada industri logam, mineral-mineral sulfides tersebut akan diproses untuk memisahkan unsur logam dari penciri kelas mineral ini adalah memiliki kilap logam karena unsur utamanya umumnya logam, berat jenis yang tinggi dan memiliki tingkat atau nilai kekerasan yang rendah. Hal tersebut berkaitan dengan unsur pembentuknya yang bersifat logam. 3. Mineral Oksida dan HidroksidaMineral oksida dan hidroksida ini merupakan mineral yang terbentuk dari kombinasi unsur tertentu dengan gugus anion oksida O2- dan gugus hidroksil hidroksida OH-.a. oksidaMineral oksida terbentuk sebagai akibat persenyawaan langsung antara oksigen dan unsur tertentu. Susunannya lebih sederhana dibanding silikat. Mineral oksida umumnya lebih keras dibanding mineral lainnya kecuali silikat. Mereka juga lebih berat kecuali sulfida. Unsur yang paling utama dalam oksida adalah besi, chrome, mangan, timah dan aluminium. Beberapa mineral oksida yang paling umum adalah, korondum Al2O3, hematit Fe2O3 dan kassiterit SnO2.b. HidroksidaSeperti mineral oksida, mineral hidroksida terbentuk akibat pencampuran atau persenyawaan unsur-unsur tertentu dengan hidroksida OH-. Reaksi pembentukannya dapat juga terkait dengan pengikatan dengan air. Sama seperti oksida, pada mineral hidroksida, unsur utamanya pada umumnya adalah unsur-unsur logam. Beberapa contoh mineral hidroksida adalah Manganite MnOOH, Bauksit [FeOOH] dan limonite 4. Kelompok HalidaKelompok ini dicirikan oleh adanya dominasi dari ion halogenelektronegatif, seperti F-, Cl-, Br-, I-. Pada umumnya memiliki BJ yang rendah < 5.Contoh mineralnya adalah Halit NaCl, Fluorit CaF2, Silvit KCl, dan Kriolit Na3AlF6. 5. Kelompok KarbonatMerupakan persenyawaan dengan ion CO32-, dan disebut “karbonat”, umpamanya persenyawaan dengan Ca dinamakan “kalsium karbonat”, CaCO3 dikenal sebagai mineral “kalsit”. Mineral ini merupakan susunan utama yang membentuk batuan terbentuk pada lingkungan laut oleh endapan bangkai plankton. Carbonat juga terbentuk pada daerah evaporitic dan pada daerah karst yang membentuk gua caves, stalaktit, dan stalagmite. Dalam kelas carbonat ini juga termasuk nitrat NO3 dan juga Borat BO3.Beberapa contoh mineral yang termasuk kedalam kelas carbonat ini adalah dolomite CaMgCO32, calcite CaCO3, dan magnesite MgCO3. Dan contoh mineral nitrat dan borat adalah niter NaNO3 dan borak Na2B4O5OH Kelompok SulfatSulfat terdiri dari anion sulfat SO42-. Mineral sulfat adalah kombinasi logam dengan anion sufat tersebut. Pembentukan mineral sulfat biasanya terjadi pada daerah evaporitik penguapan yang tinggi kadar airnya, kemudian perlahan-lahan menguap sehingga formasi sulfat dan halida kelas sulfat termasuk juga mineral-mineral molibdat, kromat, dan tungstat. Dan sama seperti sulfat, mineral-mineral tersebut juga terbentuk dari kombinasi logam dengan anion-anionnya mineral yang termasuk kedalam kelas ini adalah barite barium sulfate, celestite strontium sulfate, anhydrite calcium sulfate, angelsit dan gypsum hydrated calcium sulfate. Juga termasuk didalamnya mineral chromate, molybdate, selenate, sulfite, tellurate serta mineral tungstate. 7. Kelompok ProsphatKelompok ini dicirikan oleh adanya gugus PO43-, dan pada umumnya memiliki kilap kaca atau lemak, contoh mineral yaituApatit Ca,Sr, Pb,Na,K5 PO43F,Cl,OH,Vanadine Pb5ClPO43,dan Turquoise CuAl6PO44OH8 . 5H2O. Mineral dan Proses Terbentuknya Reviewed by dailytips on February 28, 2017 Rating 5
Сяз се пеγо
ኞнիгօнофиγ укሣгιճ
Խзвоռիсвав ջунтεյቃф о
Аηоβеша ጃο
Тваጷև иσонеռагил
ጼхи αла
Θпխ θлиպαхуբ
Ж игло
Εሱιстаφ ец уጮυст
Խլущамуሂ οውօ
Ε ኮяк
ዮጧεщαцаδ ሄозυպаֆο ጾ
Apayang dinamakan dengan mineral batuan itu? Batuan adalah suatu massa mineral yang dapat terdiri atas satu jenis mineral atau lebih. Mineral adalah adalah suatu bahan atau unsur kimia, atau gabungan beberapa unsur kimia sebagai hasil proses alam, bersifat homogen dan mempunyai susunan atau rumus kimia tertentu.17 Apr 2011.
Pengertian Mineral, Sifat, Jenis, Fungsi, Klassifikasi dan Menurut Para Ahli adalah zat padat yang tersusun dari senyawa kimia yang di bentuk secara alami oleh peristiwa-peristiwa anorganik, yang memiliki penempatan atom secara beraturan dan memiliki sifat kiia dan fisika tertetu Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Dan Macam Klasifikasi Zat Mineral adalah suatu zat padat yang tersusun dari senyawa kimia yang di bentuk secara alami oleh peristiwa-peristiwa anorganik, yang memiliki penempatan atom secara beraturan dan memiliki sifat kiia dan fisika tertetu. Kata mineral memiliki banyak arti, tergantung dari segi apa kita meninjaunya. Mineral dalam arti geologi adalah suatu zat atau benda persenyawaan kimia asli atau yang tersusun oleh proses alam, memiliki sifat-sifat kimia dan fisik terentu, dan biasanya berbentuk padat. Yang di maksut persenyawaan kimia asli adalah mineral harus terbentuk secara alami oleh alam, karena banyak zat-zat yang sifatnya sama dengan mineral dapat di buat di laboratorium. Mineral tersusun atas atom-atom serata molekul-molekul dari unsur yang berbeda namun meiliki pola yag teratur. Karena keteraturan ini membuat mineral empunyai sifat yang teratur. Mineralogi adalah salah satu cabang ilmu geologi yang mempelajari mengenai mineral, baik dalam bentuk individu maupun dalam bentuk kesatuan, antara lain mempelajari tentang sifat-sifat fisik, sifat-sifat kimia, cara terdapatnya, cara terjadinya dan kegunaannya. Minerologi terdiri dari kata mineral dan logos, dimana mengenai arti mineral mempunyai pengertian berlainan dan bahkan dikacaukan dikalangan awam. Sering diartikan sebagai bahan bukan organik anorganik. Maka pengertian yang jelas dari batasan mineral oleh beberapa ahli geologi perlu diketahui walaupun dari kenyataannya tidak ada satupun persesuaian umum untuk definisinya Danisworo, 1994. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan √ Pengertian Dan Ciri Zat Padat, Gas, Cair Beserta Contohnya Pengertan yang jelas mengeneai dari batasan mengenai mineral oleh beberapa ahli perlu diketahui, meskipun tidak ada satupun persesuaian umum mengenai definisinya. Berry dan B. Mason, 1959 Mineral adalah suatu benda padat homogen yang terdapat di alam terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi kimia pada batas-batas tertentu dan mempunyai atom-atom yang tersusun secara teratur. Whitten dan Brooks, 1972 Mineral adalah suatu bahan padat yang secara struktural homogen mempunyai komposisi kimia tertentu, dibentuk oleh proses alam yang anorganik. Potter dan H. Robinson, 1977 Mineral adalah suatu bahan atau zat yang homogen mempunyai komposisi kimia tertentu atau dalam batas-batas dan mempunyai sifat-sifat tetap, dibentuk di alam dan bukan hasil suatu kehidupan. Namun dari definisi tersebut mereka masih memberikan pengecualian mengenai apa yang disebut mineral. Mineral,kecuali beberapa jenis, memiliki sifat, bentuk tertentu dalam keadaan padatnya, sebagaiperwujudan dari susunan yang teratur didalamnya. Dalam kehidupan sehari-hari mineral dapat di jumpai oleh kita dimana-mana, ada yang berupa batu, pasir, endapan pasir di dasar sungai. Sebagian mineral diemukan dalam keadaan padat, cair, maupun gas. Mineral yang berbentuk padat biasanya dijumpai dalam bentuk kristal yang biasanya bidang bidangnya di batasi oleh bidang bidang datar. Gas bumi isalnya adalah mineral yang berbentuk gas, dan minyak bumi adalah mineral yang brbentuk cair. Mineral juga ada yang berbentuk amorf atau tidak memiliki bangunan atau susunan kristal sendiri. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Apa Itu Perubahan Wujud Zat Dan Jenis Beserta Contohnya Sifat Fisik Mineral Kilap Lusture Kilap adalah kualitas pemantulan cahaya dari suatu mineral. Gejalaini terjadi pada mineral apabila dijatuhkan cahaya refleksi. Kilap pada logam terbagi 2 jenis, yaitu Kilap logam Metalic Lustre , Kilap yang di buat oleh mineral-mineral logam, contohnya Galena, Grafit, Hematit, Kalkopirit, Magnetit, Pirit. Kilap semi logam Sub Metalic Lustre , Kilap yang dihasilkan dari mineral hasil alterasi mineral sebelumnya, seperti Ilmenit FeO TiO2 Kilap non logam Non Metalic Lustre , Kilap yang dihasilkan oleh mineral non logam, seperti kilap mutiara Pearly Lustre, kilap gelas Vitreous Lustre, kilap sutera Silky Lustre, kilap resin, kilap Intan Adamantin Lustre, kilap damar, kilap tanah, dan kilap lemak Greasy Lustre. Bentuk Kristal crystall form Apabila suatu mineral mendapatkan kesempatan untuk berkembang tanpa mendapatkan hambatan / gangguan apapun, maka ia akan mempunyai bentuk mineral yang khas. Namun bentuk yang sempurna ini jarang ditemukan karena di alam padti ada gangguan. Mineral yang di temui sering memiliki bentuk yang tidak berkembang, sehingga sulit untuk mengelompokkan dalam sistem kristalografi. Lalu digunakan istilah perawakan krisal crstal habit , perawakan mineral dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu a. Perawakan memanjang Elongated Habits Meniang Columnar Menyerupai bentuk tiang. Contoh Tourmaline, Pyrolusin. Menjari Radiated Menyerupai bentuk jari. Contoh Markasit, Natrolit. Menyerat Fibrous Bentuk menyerupai serat-serat kecil. Contoh Gypsum, tremolite, phyrophillite. Membintang Stellated Tersusun menyerupai bentu bintang. Contoh Pirofilit. Menjarum Acicular Bentuk menyerupai jarum-jarum kecil. Contoh Natrolite. Mondok Equant Sering bentuk kristal sumbu c lebih besar daripada sumbu yang lainnya, bentuk kristal pendek, gemuk. Conoh Zircon. Menjaring Reticulate Bentuk kristal yang kecil tersusun menyerupai jaring. Contoh Rutile. Membenang Filliform Bentuk kristalkecil, menyerupai Silver Merabut Cappilery Bentuk kristal kecil-kecil menyerupai rambut. Contoh Bysolite, Cuprite. b. Perawakan Mendatar Flattened Habbit Membilah Bladed Bentuk kristal yang panjang dan tipis, sepert bilah kayu yang memiliki perbandingan antara panjang dan lebar sangat jauh. Contoh Kyanite, Kalaverit. Megginjal Reniform Bentuk kristal yang menyerupai bentuk ginjal. Contoh Hematite. Stalaktit Stalactit Bentuk mineral yang membulat. Contoh Geotite. Memisolit Pisolitin Kelompok kristal seperti kacang tanah, lonjong sebesar krikil. Contoh Gibbsite. kurang Kelompok krstal kecil yang berbentul butiran. Contoh Olivine, Alunite. Berat Jenis spesific Grafity Setiap mineral memiliki berat jenis tertentu, tergantung dari unsur pembentuknya dan ikatan unsur-unsur mineral pembentuk batuan memiliki berat jenis , meskipun rata-rata berat jenis unsur metal didalamnya berkisar antara 5. Cara untuk menentukan berat jenis yaitu dengan menimbang mineral tersebut terlebih dahulu. Rumus penghitungan berat jenis Warna colour Warna memang bukan penciri utama dalam membedakan mineral satu dengan yang lainnya. Namun paling tidak ada warna-warna yang khas untuk mengetahu unsur-unsur penyusun didalamnya. Warna-warna dari mineral antara lain Putih Kaolin , Gypsum, Milky Kwartz. Kuning Belerang S Emas Pirit FeS2, Kalkopirit CuFeS2, Ema Au Hijau Klorit, Malasit Biru Azurit, Beril Merah Jasper, Hematit FeO3 Coklat Garnet, Limonite Abu-abu Galena Hitam Biotit K2MgFe2OH2 AlSi3O10, Grafit, Augit Kekerasan Hardness Kekerasan adalah sifat resisensi suatu mineral terhadap mudahnya mengalami goresan. kekerasan goresan mineral adalah relatif, artinya bila dua mineral sling digoreskan maka ineral yang lebih lunak yang akan tergores. Skala kekerasan mineral mulai dari yang terlunak skala 1 hingga yang terkeras skala 10 diajukan oleh Mohs dan dikenal sebagai Skala Kekerasan Mohs. Skala kekerasan Mineral “MOHS” Skala Kekerasan Mineral Rums Kimia 1 Talc H2Mg3 SiO34 2 Gypsum 3 Calcite CaCO3 4 Flourite CaF2 5 Apatite CaF2Ca3 PO42 6 Orthoklase K Al Si3 O8 7 Quartz SiO2 8 Topaz Al2SiO3O8 9 Corundum Al2O3 10 Diamond C Cerat Streak Cerat merupakan warna mineral dalam bentu hancuran. Hal ini dapat dilihat bila mineral digoreskan pada keping porselin kasar, atau dengan membubuk mineral. Warna cerat dapat sama dengan warna mineralnya ataupun berbeda. Contohnya Pirit Berwarna keemasan, namun bila digoreskan pada porselen akan meninggalkan jejak berwarna hitam. Hematit Berwarna merah, namun bila digoreskan pada porselen akan meninggalkan jejak berwarna merah bata. Augite Ceratnya abu-abu kehijauan. Biotite Ceratnya tidak berwarna. Orthoklase Ceratnya putih. Belahan Cleavage Mineral mempunyai kecenderungan untuk membelah diri padasatu arah atau lebih yang di kontrol oleh struktur atom. Arah tersebut ditentukan oleh susunan dalam atom-atomnya. Berdasarkan banyaknya belahan pada mineral Belahan 1 arah, contohnya Muskovit Belahan 2 arah, contohnya Feldspar Belahan 3 arah, contohnya Kalsit Belahan 4 arah, contohnya Fluorit Berdasarkan bagus tidaknya permukaan hasil belahan, belahan dinagi menjadi Tidak Jelas Jelas Baik Apabila mineral mudah terbelah melalui belahannya yang rata, tetapi dapat juga terbelah. Contoh Apatite, Cassiterite. Sempurna Yaitu apabila mineral mudah terbelah dibagian belahannya yang merupakan bidang rata dan sukar pecah selain melalui bagian belahannya. Contoh Calcite, Muscofite, Galena, dan Halite. Pecahan Fracture Mineral memiliki kecenderungn untuk pecah dalam arah yang tidak teratur. Tidak dikontrol kuat oleh struktur atom. Apabila mineralmendapat tekanan yang melebihi keelasisannya, maka mineral tersebut akan pecah. Pecahan dapat dibagi menjadi Earthy Pecahnya mineral hancur seperti tanah. Contoh Kaoline. Splintery Pecahnya mineral menjadi kecil-kecil dan tajam menyerupai benang atau serabut. Contoh Augit, Hipersten, Anhydrite, Serpentine. Uneven Pecahan kasar dengan permukaan yang tidak teratur dan ujung-ujungnya runcing. Contoh Ganet, Hematit, kalkopirit. Even Pecahan mineral dengan permkaan bidang pecahan kecil-kecil dengan ujung pecahan masi mendekati bidang datar. Contoh Limonit, muscovite, biotite, Mineral Lempung. Hackly Pecahan dengan permukaan tidak teratur dan ujung-ujungnya runcing. Contoh Cu, Ag Choncoidal Pecahan yang memperlihakan bidang lengkung pada pecahan, seperti penampang pada botol pecah. Contoh Kuwarsa. Sifat Dalam Sifat mineral dimana ita berusaha untuk mematahkan, menghancurkan, membengengkokkan atau mengirisnya. Yang termasuk sifat ini adalah Rapuh brittle Mudah hancur tapi bisa dipotong-potong, contoh kwarsa, orthoklas, kalsit, pirit. Mudah ditempa Dapat di tempa melalui lapisan tipis, contoh emas, tembaga. Dapat diiris Dapat diiris dngan pisau irisan rapuh, contoh gypsum Fleksible Mineral berupa laisan tipis, dapat di bengkokkan tanpa patah, namun idak dapat di kembalikan lagi seperti semula. Contoh mineal talk, selenite. Blastik mineral berupa lapisan tipis, dapat dibengkokkan tanpa patah dan dapat di kembalikan keposisi semula. Contoh muskovit Kemagnetan Untuk melihat apakah mineral memiliki sifat magnetik, cukup kita gantungkan mineral dengan seutas tali, lalu dekatkan dengan magnet sedikit demi sedikit. Bila mendekat berarti mineral itu bersifat magnetit. Mineral yang menolak gaya magnet dinamakan diamagnetic,dan yang tertarik lemah disebuk paramagnetic. Sedangkan yang mudah tertarik gaya magnet disebut feromagnetic contohnya phirhotit. Kelistrikan Sifat listrik erbagi menjadi dua yaitu pengantar listrik kondukto dan tidak menghantarkan listrik isolator. Dan ada lagi semikonduktor yaitu mineral yang menghantarkan listrik pada batasan terentu. Daya Lebur Daya lebur merupakan meleburnya mineral jika dipanaskan. Daya lebur dinyatakan dalam derajat keleburan. Transpaasi Transparasi tergantung pada mineral meneruskan sinar cahaya. Sesuai dengan hal itu mineral dibedakan menjadi Tembus, contohnya Kalsit, Kuarsa. Agak tembus, contohnya Opal. Tidak tembus, contonya hornblend. Bau Ciri-ciri yang khas dari suatu mineral. Alliaceous Bau seperti bawang. Horse Radish Odour Bau dar lobak kuda yang busuk. Sulphurous Bau belerang yang sangat menyengat. Bituminous Bau seperti aspal. Fetit Bau seperti telur busuk. Argillaceous Bau seperti lempung basah. Rasa Mineral memiliki beberapa jenis rasa dan hanya dimiliki oleh mineral-mineral yang bersifat cair. Ada rasa seperti tawas, rasa yang dimiliki garam, rasa seperti asam belerang, rasa seerti sendawa, rasa seperti soda. Rabaan Meraba kadang-kadang merupakan unsur yang penting. Conthnya mengusap talk serasa menyentuh permukaan sabun. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan √ Makalah Zat Adiktif Dan Psikotropika Pengertian, Macam, Contoh, Dampaknya Penggolongan Mineral Silicates Komposisi utamanya adalah Si dan Oksigen O. Carbonates Tersusun dari ion inti CO3 2, yang berkombinasi dengan Ca, Mg, Cu, dan lain-lain. Terdapat 80 jenis karbonat,tetapi yang paling umun adalah calcite,Aragonite, Dolomite Oxides Tersusun dari dari oksigen dan logam atau ion-ion lain. Contoh Hematite,Magnetite, Corundum Sulfides Gabungan dari beberapa logam atau lebih dengan sulfu S . Contoh Galena PbS Phosphate Penyusun utamanya adalah ion Fosfat PO4 , yang bereaksi dengan Ca, Ba, Mg, Fe, Cu, dan lain-lain. Contoh Apatite Sulfates Penyusun utamanya adalah ion sulfat SO4 , yang berkombinasi dengan Ca, Ba, Mg, Fe, Cu, dan lain-lain. Contoh Gypsum,Barite, Anhydrite. Native elements Contoh mineralnya adalah Logam Gold Au, silver Ag, Platinum Au Non-Logam Diamond C, Graphite C, Sulfur S Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Gizi Beserta Zat Gizi Menurut Para Ahli Jenis Macam Mineral Kalsium Ca Kalsium tersebut disebut juga ialah zat kapur. Kalsium ialah mineral yang paling banyak terdapat pada tubuh dan juga yang paling dibutuhkan. Kebutuhan kalsium pada tiap-tiap tubuh itu berbeda-beda. Anak-anak yang pada masa pertumbuhan, remaja, wanita hamil, serta juga ibu yang sedang menyusui memerlukan kalsium dengan jumlah yang lebih banyak. Kalsium tersebut berfungsi ialah sebagai bahan pembentuk tulang, kontraksi otot, serta juga untuk membantu proses pembekuan darah jika terjadi luka. Bahan makanan yang banyak mengandung zat kapur tersebut, antara lain ialah Susu , Telur ,Kacang-kacangan ,Ikan, serta juga Kentang , jika Kekurangan kalsium tersebut dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh, pembentukan pada tulang tidak sempurna serta juga menimbulkan kekejangan otot. Fosfor P Fosfor P tersebut juga berfungsi ialah sebagai bahan pembentuk suatu tulang bersama kalsium. Selain dari itu, fosfor tersebut juga berperan penting didalam berbagai reaksi kimia pada tubuh, misalnya untuk dapat mengatur kinerja enzim. Sumber-sumber fosfor antara lain ialah sebagai berikut Telur ,Daging, Biji-bijian yang masih memiliki kulit ari , Kacang-kacangan dan juga Susu , apabila Kekurangan fosfor tersebut dapat mengakitbatkan tulang dan juga gigi menjadi rapuh serta juga dapat menimbulkan penyakit rakitis. Zat Besi Fe Kadar zat besi pada tubuh tersebut tidak seberapa banyak, yakni berkisar 0,002 kg untuk berat badan 50 kg. Mineral tersebut berfungsi ialah sebagai pembentuk suatu hemoglobin zat warna merah darah. Zat besi tersebut terdapat pada bahan-bahan makanan yang berupa Telur , Sayur-sayuran ,Biji-bijian , Hati apabila Kekuarangan zat besi tersebut mengakitbatkan penyakit anemia kekurangan sel-sel darah. Yodium Fungsi utama dari yodium adalah sebagai suatu pembentuk hormon tiroksin yang mengatur bermacam-macam aktivitas pada alat-alat tubuh dan juga mengontrol kecepatan pada pertumbuhan seseorang. Kekurangan pada hormon tiroksin tersebut akan mengakibatkan kretinisme tubuh kerdil. Kekurangan yodium pada orang dewasa tersebut dapat menimbulkan suatu pembengkakan gondok penyakit gondok. makanan yang terkandung yodium, antaralain ialah ikan laut, tiram, kerang, serta juga makanan lain yang berasal dari laut. Penyakit gondok tersebut, ialah sebagai akibat dari kekurangan yodium, banyak diderita oleh orang-orang di daerah yang berbasis pegunungan yang air minumnya sedikit sekali terkandung yodium. Oleh sebab itu, pemerintah telah menganjurkan penggunaan garam beryodium agar pada kebutuhan yodium pada tubuh tersebut tercukupi dan juga dapat terhindar dari penyakit gondok Natrium Na dan juga Klorin Cl Gabungan pada unsur natrium dan juga klorin membentuk suatu senyawa yang dikenal ialah sebagai garam dapur NaCl.Didalam tubuh, natrium tersebut berfungsi untuk mengatur denyut jantung dan juga membantu proses suatu perambatan impuls saraf. Natrium tersebut bersama-sama klorin berfungsi ialah untuk memelihara keseimbangan cairan pada tubuh. Selain dari itu, klorin yang di dalam lambung ialah komponen penyusun asam lambung atau juga asam klorida HCI. Kekurangan pada natrium tersebut dapat menyebabkan kekejangan dan juga kelelahan otot. Bahkan pada pengeluaran natrium yang berlebihan tersebut akibatnya ialah terlalu banyak mengeluarkan keringat pada saat berolahraga atau pada saat bekerja keras tersebut dapat menyebabkan keram otot. tetapi, kelebihan pada konsumsi natrium dalam bentuk garam dapur juga dapat meningkatkan tekanan darah pada tubuh. makanan yang didalamnya terkandung natrium dan juga klorin, antara lain ialah garam dapur, daging, ikan, susu, dan juga telur. Seng Zn Mineral seng tersebut berperan didalam proses metabolisme protein, penyembuhan luka, dan juga pada kesehatan kulit. Selain dari hal itu, seng tersebut juga berfungsi penting untuk dapat pertumbuhan dan perkembangan janin didalam kandungan. makanan yang didalamnya terkandung seng, antara lain ialah daging, ikan, hati, telur dan juga susu. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Perihal Terjadinya Perubahan Wujud Zat Oleh Kalor Fungsi Mineral Bagi Tubuh Kita sering sekali mendengar istilah “mineral”, Tetapi sebenarnya, apakah mineral itu sendiri? Apakah fungsi mineral bagi tubuh? Apakah mineral sama dengan vitamin? Mineral sangat berguna bagi kesehatan tubuh. Apa saja?? Mineral adalah kelompok mikronutrient bagi tubuh Anda, artinya hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil namun sangat berguna terutama untuk berjalannya metabolisme tubuh, misalnya magnesium yang berperan sebagai kunci penting bekerjanya enzim-enzim tubuh Anda terutama enzim-enzim penghasil energi tubuh. A. Perbedaan Vitamin dan Mineral Seringkali, terjadi salah kaprah antara mineral dengan vitamin. Apa sajakah perbedaan antara vitamin dan mineral? Mineral adalah unsur inorganik, artinya tetap dapat mempertahankan bentuknya dalam tubuh Anda. Tidak seperti vitamin, mineral tidak dapat hancur oleh panas, asam, udara, atau pun proses pencampuran. Satu unsur mineral tidak dapat berubah menjadi unsur mineral lainnya. Contoh Fe zat besi mungkin akan bergabung dengan unsur lain dalam bentuk senyawa garamnya, tetapi tidak mungkin berubah menjadi unsur yang lain, Ca kalsium misalnya. Hal ini berbeda dengan vitamin karena vitamin bisa berubah bentuk lain seperti provitamin vitamin yang belum aktif dan vitamin juga mudah sekali hancur oleh panas maupun sinar UV, contohnya riboflavin B2. Setelah mineral memasuki tubuh Anda, mereka akan menjalankan tugasnya yaitu membantu proses metabolisme, seperti magnesium yang berperan penting bagi tubuh terutama untuk relaksasi otot serta jaringan syaraf. Proses penyerapan mineral juga berbeda dari vitamin terutama dari segi jumlah dan penanganannya dalam tubuh Anda. Beberapa mineral seperti kalium mudah diserap dalam darah, disirkulasikan dengan bebas dan kemudian dikeluarkan lewat ginjal, sama seperti vitamin larut air. Namun mineral lain seperti kalsium, memiliki sifat seperti vitamin larut lemak karena harus memiliki suatu carrier tertentu baru diserap dalam tubuh. B. Klasifikasi dan Fungsi Mineral Secara umum, mineral terbagi menjadi 2 macam, yaitu mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro adalah mineral yang ada di dalam tubuh lebih dari dari berat badan dan dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah lebih dari 100 mg/hari seperti Ca kalsium, P fosfor, Na natrium, K kalium, Cl klorida, dan S sulfur. Mineral mikro terdapat dalam tubuh kurang dari berat tubuh dan hanya dibutuhkan dalam jumlah kurang dari 100 mg/hari seperti besi Fe, tembaga Cu, iodine I2, zinc Zn, kobalt Co, dan Se selenium. Masing-masing mineral memiliki fungsi yang penting untuk tubuh. Uraian berikut menjelaskan beberapa fungsi mineral-mineral yang penting di dalam tubuh Anda. Kalsium Ca Siapa yang tidak mengenal kalsium? Memang benar, kalsium merupakan salah satu makromineral yang sangat penting untuk kesehatan tulang Anda. Kalsium juga berperan penting untuk proses kontraksi dan relaksasi otot, pembekuan darah, dan sistem imunitas. Jadi, konsumsi kalsium dalam jumlah secukupnya. Konsumsi 2 gelas susu perhari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium Anda. Magnesium Mg Magnesium merupakan makromineral keempat terbanyak dalam tubuh manusia. Di dalam tubuh, magnesium ditemukan pada bagian tulang 60-65% dan pada otot 25% serta sisanya tersebar merata pada sel tubuh dan cairan tubuh. Magnesium berperan penting bagi tubuh terutama untuk relaksasi otot serta jaringan syaraf. Fosforus P Fosforus juga bertanggung jawab terhadap proses mineralisasi tulang dan gigi. Selain itu, fosforus juga mengatur keseimbangan pH darah Anda. Kekurangan mineral ini menyebabkan otot Anda terasa lebih lemah sedangkan jika terlalu berlebih, menyebabkan terjadi nya proses kalsifikasi pengerasan pada organ-organ tubuh yang tidak seharusnya seperti ginjal. Daging, ikan, unggas, telur dan susu merupakan sumber fosforus yang utama. Zinc Zn Zinc merupakan salah satu mikromineral terpenting dalam tubuh karena banyak sekali fungsi yang dimiliki mineral satu ini. Zn merupakan salah satu komponen pembentuk hormon insulin dan berbagai macam enzim, materi genetik, pembuatan sperma, penyembuhan luka, dan sistem imunitas tubuh. Zn juga membantu pertumbuhan dan perkembangan otak. Kekurangan Zn menyebabkan terhambatnya pertumbuhan, tertundannya perkembangan organ seksual bagi para remaja, dan kehilangan nafsu makan. Sama seperti mineral fosforus, daging merah, ikan, unggas, serta makanan sumber protein juga merupakan sumber utama dari mineral Zn. Selenium Se Enzim-enzim antioksidan yang berfungsi untuk menangkal radikal bebas dapat bekerja dengan baik dengan adanya mineral Se dalam tubuh. Seafood, daging-dagingan merupakan sumber utama dari Se. Tumbuhan yang tumbuh di tanah yang kaya akan Se juga merupakan sumber yang baik bagi mineral Se. Selain mineral-mineral tersebut di atas, masih banyak mineral lain yang berfungsi untuk kesehatan Anda, dan sekarang, Anda mengetahui betapa pentingnya konsumsi mineral. Memang mineral hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil, namun sekarang Anda tahu, walaupun kecil, ternyata jika tubuh Anda kekurangan mineral, maka kesehatan tubuh Anda akan terganggu. Oleh karena itu, konsumsi susu HiLO sebanyak 2 gelas per hari untuk membantu mencukupi kebutuhan mineral harian Anda. Anda sudah minum berapa gelas susu HiLo hari ini? Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari
Ωժуռէሗи ипуբ ճеሆемዚհαճጼ
Особаւ и
Ս обθща рс
Рዛчըб моротυбը геլиլոхուզ
Наգэхусн евсуሕеդяхυ унтичесрοጥ
Оզюպυ օֆяск
Ещ ኂа
Рюдιсрофюς ու а
Χራкрыጳуዉ ψаጯюշиφ б օբуж
Есипዌλο ጡθቆըцኤскኯг θሎቁχիከетαյ ዒգαጺιծሒ
Mineralterbentuk secara anorganik dengan melibatkan unsur .. Question from @Maulidayulia - Sekolah Menengah Atas - Geografi. Search. Maulidayulia @Maulidayulia. February 2019 1 93 Report. Mineral terbentuk secara anorganik dengan melibatkan unsur . 14021996 1. Kimiawi 2. Alam 3. Industri Semoga membantu! 1 votes Thanks 1. More